Kamis, 07 Juli 2011

Tiga Sumur Minyak Tua Dieksplorasi

Tiga sumur minyak tua di lapangan Kedinding, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ternyata sudah dieksplorasi. Tiga sumur tua itu ternyata masih produktif setelah lebih dari 10 tahun telantar.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, Kamis (7/7/2011), membenarkan mulainya eksplorasi sumur tua di Kedinding. Kegiatan penambangan itu dikerjakan perusahaan daerah PT Blora Patra Energy (BPE).
Proses izin penambangan sumur minyak tua itu dikeluarkan oleh pemerintah pusat. "Minyak dari sumur itu mungkin masih kental dan bercampur lumpur, dampak terlalu lamanya sumur-sumur itu tidak lagi pernah ditambang," ujar Teguh.
PT BPE yang sebagian besar sahamnya milik Pemerintah Kabupaten Blora menerima izin pengelolaan dan eksplorasi 36 sumur minyak tua. PT BPE dalam kegiatan penambangan minyak itu menggandeng investor swasta seperti PT Borneo Duta Pertiwi dan PT Sky Star Region Energy.

Rombongan Suporter Mulai Banjiri Solo

Suporter dari berbagai daerah di luar kota Solo mulai berdatangan menuju Kota Bengawan. Bahkan, perwakilan pengurus  suporter Arema Indonesia dan Bonek telah datang sejak kemarin.

"Untuk perwakilan pengurus suporter yang berjumlah 20 orang sudah datang. Tapi untuk anggota suporternya akan berdatangan pada hari ini, kira-kira siang nanti," kata Presiden Pasoepati, Bimo Putranto.
Menurut ia, jumlah anggota suporter Arema dan Bonek yang akan datang ke Solo sekitar 300 orang. Mereka datang dengan menggunakan bus dan kereta api.

"Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, semalam para perwakilan suporter sudah berkoordinasi dengan Polresta Surakarta," terangnya.

Selain kedua elemen suporter tersebut, Bimo menyebutkan, juga ada elemen suporter lain yang akan datang ke Solo hari ini. Diantaranya suporter Singolodro dari Magelang, Panser Biru dari Semarang, Viking dari Bandung, Jakmania dari Jakarta, dan elemen suporter lainnya.

"Rombongan suporter dari berbagai daerah tersebut nantinya setelah sampai di Solo langsung  dikumpulkan dan difokuskan di Stadion Manahan Solo," ucap Bimo.
Suporter itu nantinya akan ikut meramaikan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, Sabtu, 9 Juli 2011. Para pemain ke-12 ini rencananya akan dikumpulkan di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah. 

"Suporter yang datang dari luar kota akan dikumpulkan dan dipusatkan di Stadion Manahan. Baik di lapangannya maupun tribun stadion,” kata Koordinator Bidang Umum Panitia KLB PSSI, Paulus Haryoto.
Di dalam stadion akan dipasang layar lebar untuk nonton bareng jalannya acara kongres. Bahkan, videotron di Stadion Manahan juga akan dioperasikan. "Kami nanti akan nonton bareng di Stadion Manahan,” papar dia.

Kongres PSSI Satukan Suporter Bebuyutan

Suporter sepak bola, salah satu elemen terpenting dalam persepakbolaan nasional, menunjukkan antusiasmenya dalam mendukung penyelenggaraan Kongres Luar Biasa PSSI.
Kongres yang digelar di Hotel Sunan, Solo, Sabtu (9/7/11), akan menjadi kongres penentu hidup mati persepakbolaan nasional. Pasalnya FIFA sudah ‘menjanjikan’ sanksi pembekuan jika PSSI gagal lagi menentukan ketua umum baru pada kongres yang diulang untuk ketigakalinya ini.
Suporter tuan rumah Pasoepati tentu yang paling tampak mencolok, selain karena warna atribut mereka yang merah terang, jumlah mereka juga terlihat paling banyak.
Menariknya, diantara ratusan elemen suporter tersebut tampak dua kubu suporter Jawa Timur yang memiliki sejarah perseteruan panjang: Aremania, pendukung Arema Indonesia, dan Bonek, ‘pemain ke-12’ Persebaya Surabaya.
Selain kedua suporter tersebut, akan datang pula sejumlah suporter dari kota-kota tetangga seperti Panser Biru dari PSIS Semarang dan Slemania dari PSS Sleman.
Pendukung Persib Bandung Viking dan suporter Persija Jakarta, Jakmania, yang juga punya sejarah perseteruan yang cukup panjang juga rencananya akan datang.
Agar kongres berjalan lebih terbuka dan terasa melibatkan seluruh elemen sepak bola, para suporter dan masyarakat juga bisa menyaksikan langsung jalannya kongres lewat layar raksasa yang digelar di Manahan.
Jalannya kongres juga akan disiarkan secara langsung lewat salah satu televisi nasional.

Profil Kandidat Ketua Umum PSSI Periode 2011-2015

Berikut ini profil singkat para kandidat ketua umum PSSI periode 2011-2015.

1. Aqsanul Qosasih (Sumenep, 10 Januari 1996)
-Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Pengurus DPP Partai Demokrat.-Masih menjabat Bendahara PSSI

2. Adhan Dhambea (Gorontalo, 1 Juli 1958)
-Wali Kota Gorontalo, Ketua Nasional Demokrat Gorontalo
-Ketua Klub Persigo Gorontalo

3. Agusman Effendi (Kotabumi, 5 Agustus 1954)
-Pengusaha, Politisi dari Partai Golkar
, Komisaris Utama PT Bukit Nusa Indah Perkasa Jakarta (1995-2001), Komisaris Utama PT Tatawira Sakti Jakarta (1995-2001) dan Dirut PT Lautan Berlian Realty Jakarta (1998-2004), , Mantan Ketua Umu DPP REI.- Pejabat Ketum PSSI tahun 2004-2007.
4. Djohar Arifin Husein
- Staf ahli Menpora, mantan sekjen KONI
- Mantan Ketua Pengda PSSI Sumut, Wakil Plt Sekjen PSSI

5. Erwin Aksa (Ujungpandang, 7 Februari 1975)
- Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan pengusaha, Presiden Direktur Bosowa Corporation.- Mantan manajer PSM Makassar (1999-2003)

6. Habil Marati (7 November 1962)
-Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan.-Mantan pengurus PSSI

7. IGK Manila (Singaraja, 8 Juli 1942)
- Pensiunan Mayor Jenderal TNI AD (POM ABRI)
- Mantan Ketua BWSI (Badan Wasit Seluruh Indonesia) PSSI, mantan manajer Persija Jakarta.
8. Iman Arif (27 November 1970)
- Pengusaha
- Deputi Bidang Teknis Badan Timnas Nasional, Direktur Sekolah Sepakbola Arsenal Indonesia dan Presdir Indonesia Football Academy, Mantan Ketua BTN.
9. Indra Muchlis Adnan (Riau, 29 Desember 1966)
- Politisi Partai Golkar dengan menjabat Ketua
- Ketua Pengda Riau.
10. Japto Soerjosoemarno (Solo, 16 Desember 1949)
-Tokoh organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila. Selain aktif di Pemuda Pancasila, aktif di FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri ABRI). Sedangkan di dunia politik, Ketua Umum DPP Partai Patriot, WWF.
11. Jusuf Rizal (Kotanopan, 19 Juni 1965)
- Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). Selain aktif di LIRA,
- Mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, mantan Direktur Marketing dan Promosi PSSI.
12. Robertus Indratno (Karanganyar, 21 Maret 1960)
- Kepala Dinas PU Waropen
- Mantan manajer tim Persipura U-21, Ketua Umum Liga Non Amatir Persipura Jayapura dan Ketua Harian Persewar Waropen (Papua).
13. Sarman El Hakim (5 Agustus 1954)
- Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Ketua Sepakbola Alumni Universitas Indonesia.
14. Sutiyoso (Semarang, 6 Desember 1944)
- Politikus dan mantan tokoh militer Indonesia berbintang tiga, mantan Gubernur DKI Jakarta dua periode (1997-2002) dan (2002-2007). - Mantan Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2004 - 2008.- Mantan Pembina Persija

15. Syarif Bastaman (Tasikmalaya, 12 Juni 1963)
- Anggota DPR RI Komisi VII dari fraksi PDI Perjuangan, Sekjen Banteng Muda Indonesia.- Ketua Persatuan Squash Indonesia, Ketua Harian GABSI (Bridge).- Mantan Ketua Bidang Hukum PSSI, mantan anggota Exco PSSI.
16. Tahir Mahmud
- Pengusaha, mengajukan diri masuk KPK
- Mantan Manajer PSM Makassar

17. Wahidin Halim (Tangerang, 14 Agustus 1954)
- Walikota Tangerang dua periode (2003-2008 dan 2008-2013).- Mantan manajer Persita, Ketua Umum Persikota Tangerang.
18. Yesaya Buinei (Merauke, 1 Januari 1961)
-Bupati Waropen Papua
-Ketua Umum Persiwar Waropen

Sementara daftar Wakil Ketua Umum:
Aqsanul Qosasih, Adhan Dambea, Agusman Effendi, Erwin Aksa, Farid Rahmat, Iman Arif, Irwadi Hanafi, Iwan Budianto, M. Nigara, Rahim Soekasah, Robertus Indratno, Ronny Kusuma, Syarif Bastaman, Tri Gustoro, Wahidin Halim

Anggota Komite Eksekutif :
Aqsanul Qosasih, Adhan Dhambea, Adrian Djamaudin, Achmad Suratno, Ahmad Zaki Iskandar, Jazuli Isa, Andi Rukman, Arya Wishnuardi, Bambang Irianto, Bob Hippy, Choking Susilo Sakeh, Djamal Azis, Djohar Arifin Hussein, Dodi Reza Alex Noerdin, Erwin Aksa, Erwin Dwi Budiawan, Farid Rahman, Firmandez, Habil Marati, Hadiyandra, Hasan Basri, Herman Chaniago, Hinca Pandjaitan, Husni Hasibuan, IGK Manila, Iman Arif, Irawadi D. Hanafi, Iwan Budianto, Erwiantoro, Kadir Halid, Kaharuddin Syah, La Nyalla M. Mattalitti, Mawardy Nurdin, Oyong Lisa, Roberto Rhouw, Said Murzal, Saleh Mukadar, Sihar Sitorus, Diza Rasyid Ali, Syahrial Damopolii, Tondo Widodo, Toni Aprilani, Tri Goestoro, Tuty Dau, Wahidin Halim, Widjajanto, Widodo Santoso, Zainuddin Hamid, Zulfadhli, Yuyun Wirasaputra.

Daftar Binatang Langka Indonesia

Daftar binatang langka di Indonesia semakin panjang. Binatang (hewan) langka merupakan spesies yang memiliki resiko akan punah baik punah di alam liar (extinct in the wild) ataupun sepenuhnya punah (extinct). Hewan-hewan dinyatakan langka  berdasarkan rasio jumlah spesies (populasi) dan berdasarkan daerah persebaran (habitat). Di Indonesia, binatang-binatang langka semakin banyak.
Hewan (binatang) ini menjadi langka dan terancam kepunahan akibat perubahan kondisi alam, hewan pemangsa dan juga akibat perburuan yang dilakukan manusia.
Daftar Nama Binatang Paling Langka. Berikut daftar binatang dari kelas mamalia yang paling langka di Indonesia berdasarkan jumlah spesies (populasi) dan status konservasi yang diberikan oleh IUCN Redlist sebagai critically endangered (kritis).
  1. Badak jawa satwa paling langka di duniaBadak Jawa (Rhinocerus sondaicus). Binatang endemik pulau Jawa dan hanya terdapat di TN. Ujung Kulon ini merupakan binatang paling langka di dunia dengan jumlah populasi hanya 20-27 ekor.
  2. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). Populasi badak sumatera hanya 220-275 ekor (2007), bahkan menurut International Rhino Foundation (Virginia) diperkirakan populasi badak sumatera tidak mencapai 200 ekor (2010).
  3. Macan Tutul Jawa atau Macan Kumbang (Panthera pardus melas). Subspesies ini populasinya kurang dari 250 ekor.
  4. Rusa Bawean (Axis kuhlii) Binatang langka endemik pulau Bawean dengan populasi antara 250-300 ekor (2006).
  5. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Subspesies harimau ini populasinya tinggal 400-500 ekor.
  6. Beruk Mentawai (Macaca pagensis). Satwa endemik dan langka dari Kepulauan Mentawai, populasinya antara 2.100-3.700 ekor.
  7. Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Binatang langka ini populasinya sekitar 7.300 ekor (2004).
  8. Simpei Mentawai (Simias concolor). Endemik Kepulauan Mentawai. Populasi 6.000-15.500 ekor (2006).
  9. Kanguru Pohon Mantel Emas (). Endemik Papua, populasinya N/A.
  10. Kanguru Pohon Mbaiso atau Dingiso (Dendrolagus mbaiso). Endemik Papua Indonesia
  11. Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra). Kera langka dari Maluku dan Sulawesi dengan populasi sekitar 100.000 ekor.
Binatang Langka Lainnya. Selain 11 binatang paling langka di Indonesia di atas, masih terdapat hewan-hewan langka lainnya yang oleh IUCN Redlist dimasukan dalam status konservasi “endangered” (terancam punah), satu tingkat di bawah kategori “critically endangered”. Binatang-binatang tersebut antara lain (diurutkan berdasarkan abjad nama Indonesia):
  1. Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis)
  2. Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi)
  3. Ajag (Cuon alpinus)
  4. Banteng (Bos javanicus)
  5. Bekantan (Nasalis larvatus)
  6. Gajah Sumatera (Elephant maximus sumatranus)
  7. Gibbon Kalimantan (Hylobates muelleri)
  8. Gibbon Kalimantan White-bearded Gibbon (Hylobates agilis)
  9. Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis)
  10. Kanguru Pohon Goodfellow (Dendrolagus goodfellowi)
  11. Kucing Merah (Pardofelis badia)
  12. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)
  13. Kuskus (Phalanger alexandrae)
  14. Lutra Sumatra (Lutra sumatrana)
  15. Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis)
  16. Macan Dahan Sumatera (Neofelis diardi diardi)
  17. Monyet Sulawesi (Macaca maura)
  18. Musang Air (Cynogale bennettii)
  19. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
  20. Owa Jawa (Hylobates moloch)
  21. Paus Bersirip (Balaenoptera physalus)
  22. Paus Biru (Balaenoptera musculus)
  23. Siamang (Hylobates klossii)
  24. Siamang (Symphalangus syndactylus)
  25. Tapir Asia (Tapirus indicus)
  26. Trenggiling (Manis javanica)
  27. Ungko (Hylobates agilis)
  28. Wau-wau (Hylobates lar)
Daftar binatang langka Indonesia di atas saya batasi hanya satwa dari kelas mamalia, untuk daftar binatang langka dari kelas aves (burung) silahkan membaca artikel saya berjudul Daftar Burung Langka Di Indonesia. Sedangkan untuk daftar flora atau tanaman yang terancam punah, baca artikel: Daftar Tumbuhan Langka.
Informasi lebih lengkap tentang masing-masing spesies dari dalam binatang langka di Indonesia dapat dibaca dengan meng-klik tautan (link) yang tersedia atau dapat dicari di halaman Daftar Catatan.

Bledug Kuwu, Fenomena Kawah Lumpur

Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena kawah lumpur (mud volcanoes) yang sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732 M—928 M). Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Grobogan, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Secara etimologi, nama bledug kuwu berasal dari bahasa Jawa, yaitu `bledug` yang berarti ledakan/meledak dan `kuwu` yang diserap dari kata `kuwur` yang berarti lari/kabur/berhamburan.
Menurut cerita turun temurun yang beredar di masyarakat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan. Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju Kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anak Aji Saka, penguasa Kerajaan Medang Kamulan.

Keistimewaan
Selama perjalanan menuju Bledug Kuwu pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, hamparan sawah yang hijau, kawasan hutan yang cukup lebat, dan bukit-bukit yang begitu indah, sehingga perjalanan menuju tempat wisata ini tidak terasa membosankan. Setelah sampai di lokasi, pengunjung akan melihat fenomena alam yang mengagumkan. Di objek wisata ini, terjadi letupan-letupan lumpur seperti bunyi meriam yang berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 sampai 3 menit, di daerah dengan diameter kurang lebih 650 meter. Bahkan, tak jarang, letupan-letupan lumpur itu bisa mencapai seukuran rumah penduduk.
Selain menikmati keindahan wisata Bledug Kuwu, pengunjung juga bisa menyaksikan penduduk desa yang mencari nafkah dari Bledug Kuwu sebagai petani garam. Dari sumber air garam Bledug Kuwu, petani garam mengolahnya hingga menjadi garam dapur. Kemasyhuran rasa garam Bledug Kuwu pernah tercatat dalam sejarah Kraton Surakarta.
Lokasi
Objek wisata Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Perjalanan menuju objek wisata Bledug Kuwu dapat ditempuh melalui jalan darat. Dari Terminal Bus Semarang, pengunjung dapat menggunakan bus jurusan Semarang-Purwodadi dengan biaya sekitar Rp 10.000. Setelah sampai di Terminal Bus Purwodadi, perjalanan dapat dilanjutkan dengan minibus jurusan Porwodadi—Kuwu dengan ongkos sekitar Rp 5.000 (April 2008).
Harga Tiket
Bagi pengunjung yang baru pertama kali menyambangi objek wisata ini mungkin akan terheran-heran dengan harga tiket masuk yang ditetapkan oleh pemerintah setempat. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 500 per orang (April 2008) pengunjung sudah bisa menikmati keindahan wisata alam Bledug Kuwu sepuas-puasnya.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di sekitar lokasi objek wisata Bledug Kuwu terdapat akomodasi dan fasilitas, seperti: rumah makan, rumah penginapan, warung telekomunikasi/Wartel, dan tentu saja, warung/toko yang menjual garam buatan penduduk Desa Kuwu yang sudah masyhur rasanya.

Api Abadi Mrapen

Jawa tengah memiliki banyak tempat wisata, salah satu kabupaten yang berada di daerah timur jawa tengah adalah kabupaten grobogan, kabupatenpun memiliki pembagian kota dan kecamatan, salah satu tempat wisata yang akan kita beritahukan adalah wisata alam yang ada dikawasan daerah godong, kecamatan godong dan kabupaten Grobogan.
Api abadi merapen, keajaiban alam yang mampu memikat hati orang yang mengunjunginya,Pesona alam ini merupakan sebuah keajaiban alam dimana ada api yang hidup dan tidak pernah bisa mati meskipun disiram dengan air, kehujanan atau ditiup sekalipun, benar-benar merupakan suatu keajaiban alam yang patut untuk diketahui keberadaannya.
dikawasan ini terdapat dua sumber api yang masih dilindungi sampai sekarang, selain itu disana juga ada kolam air dimana airnya itu seperti mendidih tetapi anehnya air tersebut tidak terasa panas apabila disentuh oleh tangan, menakjubkan sekali pastinya, selain itu ditempat wisata tersebut juga ada batu yang berukuran lumayan besar, namanya”batu Bobot” sebuah mitos masyarakat setempat mengatakan apabila ada orang yang mampu untuk mengangkat batu tersebut maka dijamin orang tersebut bisa kaya raya, akan tetapi dilarang olehpemerintah kabupaten Grobogan, dan batu tersebut akhirnya diletakkan didalam etalase kaca, dan dibuka pada saat malam suro, cerita terdahulu mengatakan bahwa batu tersebut merupakan peninggalan sunan kalijogo.
Api abadi merapen yang terletak di daerah Godong,Grobogan Jawa Tengah.Api abadi ini dahulu digunakan untuk menyalakan obor Pada saat acara Asean Beach games dibali, Sungguh merupakan Pesona yang menakjubkan, dan sebagai pecinta keajaiban alam objek wisata Api Abadi Merapen ini wajib untuk dikunjungi, agar pengalaman dan pengetahuan tentang pesona keajaibab alam anda bertambah.